SAYEMBARA FOTO INVESTASI 2019
“PENINGKATAN INVESTASI MELALUI SEKTOR INDUSTRI TMT”

Saat ini, pemerintah memproyeksikan Indonesia sebagai negara ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2020. Apalagi, pengguna telepon seluler dan internet di Indonesia terus meningkat bahkan melebih jumlah penduduk sehingga bisa menjadi modal untuk penggembangan industri di bidang teknologi, media dan telekomunikasi (TMT).

Lembaga pemeringkat keuangan yang berkantor pusat di New York dan London, Fitch Rating, menyatakan, prospek industri telekomunikasidi Indonesia berada dalam kondisi stabil. Ditambah dengan jumlah penduduk usia produktif di Indonesia sangat besar, bisa menjadi pasar tapi juga menjadi sumber daya potensial untuk mengembangkan sektor TMT.

Itulah mengapa, TMT memiliki efek ekonomi yang signifikan. Tidak hanya meningkatkan pendapatan nasional tetapi juga menyerap tenaga kerja. Kementerian Perindustrian mencatat, hingga tahun 2016, terdapat 23 electronics manufacturing service (EMS), 42 merek dan 37 pemilik merek baik global maupun nasional, dengan total nilai investasi sebesar Rp7 triliun dan menyerap tenaga kerja sebanyak 13 ribu orang.

Hal senada juga kita jumpai di bidang industri media, yang masuk dalam TMT. Dewasa ini, media di Indonesia telah berkembang dengan pesat dan menjadi suatu bisnis yang berorientasi pada keuntungan, serta memenuhi kebutuhan publik atas hak memperoleh informasi tanpa pengecualian. Selain media offline, masyarakat juga sering memanfaatkan media online untuk mengakses informasi. Berkembangnya industri media tersebut berdampak pada tumbuhnya industri media di daerah-daerah, akan tetapi terkendala dengan infrastruktur media.

Lebih lanjut, di tengah arus disruption, TMT sudah tidak lagi menitikberatkan pada produk tetapi membentuk ekosistem layanan data yang membuat Indonesia tengah memasuki the next phase of data era. Salah satu hal yang paling menonjol di era ini adalah, industri bertumpu pada platform. Pemerintah bersama dunia usaha bergandeng tangan membangun infrastruktur TMT untuk menciptakan platform-platform guna mempercepat perkembangan di era baru ini.

Isu yang paling baru adalah tren industri 4.0. Penerapan industri 4.0 merupakan upaya untuk melakukan otomatisasi dan digitalisasi pada proses produksi, dengan ditandai meningkatnya konektivitas, interaksi, serta batas antara manusia, mesin dan sumber daya lainnya yang semakin konvergen melalui teknologi informasi dan komunikasi. Ke depan, industri ini akan mendorong peningkatan investasi, terutama yang terkait dengan penggunaan teknologi pendukung seperti Internet of Things (IoT).

Dari paparan ini tampak sekali bahwa Indonesia tengah serius menggarap Industri TMT. Pemerintah langsung turun tangan untuk mempersiapkan jalan bagi (calon) investor untuk turut mengembangkan industri ini. Harapannya jelas, meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional secara merata dan menyerap banyak tenaga kerja.

Perkembangan sektor industri teknologi, media, dan telekomunikasi (TMT) ini perlu disosialisasikan kepada masyarakat umum, salah satunya melalui karya-karya fotografi yang dapat memvisualisasikan kondisi industri TMT di Indonesia saat ini. Untuk itu, BKPM kembali menyelanggarakan kegiatan sayembara foto dengan mengambil tema “Peningkatan Investasi melalui Sektor Industri Teknologi, Media, dan Telekomunikasi (TMT)”.

TEMA

“Peningkatan Investasi Melalui Sektor Industri Teknologi, Media, dan Telekomunikasi (TMT)”

KETENTUAN LOMBA FOTO

KATEGORI PESERTA:

OBYEK FOTO:

Obyek foto mengacu pada tema yang ditetapkan, yakni “Peningkatan Investasi Melalui Sektor Industri Teknologi, Media, dan Telekomunikasi (TMT).

PERIODE LOMBA :

KETENTUAN:

                Misalnya: Abdul_Drone_Menara BTS_Jakarta.jpg

DEWAN JURI

HADIAH LOMBA

KATEGORI DRONE

KATEGORI NON DRONE

PENYELENGGARA:

Badan Koordinasi Penanaman Modal
Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal
Direktorat Pameran dan Sarana Promosi
Jl. Jenderal Gatot Subroto No. 44, Jakarta 12190