LOMBA FOTO INVESTASI 2018
“Industri Digital dan Logistik ”

Indonesia dan dunia tengah memasuki tren digitalisasi. Saat ini, Indonesia merupakan pasar yang sangat potensial untuk industri digital, dimana pertumbuhan industri digital nasional cukup signifikan. Dari segi infrastruktur, masing-masing negara berlomba membangun sistem internet yang canggih dan aman. Ada banyak lini bisnis baru, berubah, atau bertransformasi karena disentuh tren industri digital. Satu di antaranya adalah bisnis logistik.

Dari sisi industri  digital,  Kementerian  Perindustrian  (Kemenperin) Republik Indonesia membeberkan data bahwa industri digital nasional dalam enam tahun terakhir tumbuh 9,98 – 10,7% per tahun, dua kali lipat dari pertumbuhan ekonomi nasional.

Bahkan, mulai tahun 2019, industri digital nasional diproyeksikan tumbuh di atas 11% per tahun seiring terhubungnya seluruh wilayah nusantara oleh jaringan internet. Hal ini sejalan dengan target proyek pembangunan broadband serat optik Palapa Ring yang rencananya rampung pada akhir 2018.

Melihat potensi itu, Pemerintah mengajak generasi milenial (generasi yang lahir antara tahun 1980-an hingga 2000-an) untuk memanfaatkan peluang tersebut. Pemerintah melihat, beberapa perusahaan rintisan (startup) e-commerce di Indonesia, berasal dari kalangan generasi milenial. Generasi ini perlu didorong agar bisa menentukan strategi jangka panjang supaya bisnis mereka mampu bertahan lama.

Berdasarkan riset Michael Page tahun 2016, perkembangan industri digital yang marak di Indonesia belakangan ini, menjadi pemacu tumbuhnya jumlah lowongan pekerjaan di sektor ini hingga 60% dalam setahun terakhir. Adapun segmen perusahaan yang diprediksi akan menyumbang lowongan pekerjaan terbesar di sektor teknologi digital ini, antara lain e-commerce, teknologi keuangan (fintech), logistik, dan big data.

Sementara itu, merujuk hasil riset terbaru mengenai investasi usaha rintisan berbasis digital di Asia Tenggara dari Google dan Temasek yang berjudul "e-Economy SEA Spotlight 2017" yang dirilis pada pekan lalu, dua perusahaan itu menghitung nilai investasi yang masuk ke startup digital Asia Tenggara mencapai USD12 miliar sepanjang 2016 hingga kuartal III/2017.

Dari total dana tersebut, sebanyak 34% atau USD 4,08 miliar masuk ke Indonesia. Diperkirakan, nilai investasi saat ini semakin besar, mengingat setelah kuartal III/2017 sudah ada dana sebesar USD7 miliar yang mengalir ke Asia Tenggara, termasuk ke Indonesia.

Riset ini juga menyebutkan sebagian besar investasi masuk ke startup yang menyandang status Unicorn atau memiliki valuasi lebih dari USD1 miliar. Keempat Unicorn Indonesia itu adalah Go-Jek, Traveloka, Tokopedia, dan Bukalapak.

Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) mencatat, saat ini jumlah perusahaan yang bergerak di sektor jasa industri digital di dalam negeri sebanyak 305 perusahaan dengan beragam jenis bisnis intinya. Adapun jenis-jenis industri digital yang ada di Indonesia, yaitu industri perbankan, advertising, trading, dailydeals, directory, infrastruktur digital, sistem operasi, mesin pencarian, konsultan IT, marketplace, online retail, payment gateway, dan travel

Dari sekian bisnis di sektor jasa digital, salah satu bisnis yang bersinggungan langsung dengan industri digital adalah bisnis logistik. Satu indikator yang kasat mata adalah dari empat Unicorn Indonesia, tiga di antaranya terikat dengan bisnis logistik, yakni Go-Jek, Tokopedia, dan Bukalapak.

Senada dengan industri digital, bisnis logistik juga memiliki kapitalisasi dan potensi yang  sangat  besar  di Indonesia.  ASPERINDO (Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Indonesia) memprediksi industri logistik di tahun 2018 akan meningkat lebih dari 15% dibanding tahun 2017. Sementara ALI (Asosiasi Logistik Indonesia) memprediksi, industri logistik setidaknya akan tumbuh 10% di tahun 2018. Menurut data Biro Pusat Statistik, pada periode Januari hingga September 2017, sektor ini tumbuh sebesar 8,25%, melebihi pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) nasional yang sebesar 5,06%.

Kinerja industri digital yang satu di antaranya adalah e-commerce berkembang pesat karena industri ini merambah pada semua segmen, tidak terbatas hanya pada perusahaan besar saja. Apalagi keberadaan e-commerce ditunjang oleh industri logistik atau disebut logistics enabler.

Perusahaan logistics enabler menyediakan layanan penanganan logistik untuk e-commerce, mulai dari pergudangan, distribusi, sampai foto produk. Kehadiran para enabler ini membuat perusahaan e-commerce bisa fokus dalam penjualan tanpa harus repot menangani pengiriman barang.

Pemerintah Indonesia sangat antusias menghadapi tren digitalisasi dalam dunia ekonomi. Indonesia dipandang memiliki semua modal untuk bisa bermain aktif dalam perubahan gerak  ekonomi ini, mulai  dari  sumber daya  manusia,  pembangunan infrastrukturnya, sampai pada dukungan pemerintah berupa komitmen untuk mendatangkan banyak investor.

Untuk itu diperlukan dukungan dalam bentuk kegiatan sosialisasi di berbagai sektor yang bertujuan agar investasi di sektor industri digital dan logistik dapat terus meningkat. Menindaklanjuti hal tersebut, BKPM melakukan sosialisasi melalui karya fotografi yang memiliki nilai jurnalistik dan artistik, dimana akan diadakan kompetisi foto dengan mengangkat tema “Industri Digital dan Logistik”. Tujuan dari kompetisi foto ini adalah untuk memberikan gambaran tentang “potret” wajah investasi dan pembangunan di seluruh penjuru tanah air, utamanya terkait dengan perkembangan investasi di sektor industri digital dan logistik di Indonesia.

SASARAN

TEMA

“Industri Digitaldan Logistik.”

KETENTUAN LOMBA FOTO

KATEGORI PESERTA:

KETENTUAN UMUM:

KETENTUAN TEKNIS:

HADIAH LOMBA

KATEGORI PROFESIONAL

KATEGORI UMUM

PENYELENGGARA:

Badan Koordinasi Penanaman Modal
Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal
Direktorat Pameran dan Sarana Promosi

ORGANIZER:

PT Media Artha Pratama