LOMBA FOTO INVESTASI 2017
Propelling Tourism in Indonesia through Investment

Ekonomi Indonesia mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,02% pada 2016. Angka pertumbuhan itu lebih tinggi dibanding capaian tahun 2015 sebesar 4,88%. Berdasarkan data BKPM, realisasi investasi Januari-Desember 2016 mencapai Rp 612,8 triliun, meningkat 12,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sebesar Rp 545,4 triliun.

Melihat tren kenaikan realisasi investasi tersebut, menunjukkan minat investor berinvestasi di Indonesia semakin meningkat. Realisasi investasi Tahun 2016 yang melebihi 3% dari target realisasi investasi Tahun 2016 merupakan pertanda yang baik dan cukup positif. Selain karena kinerja investasi tetap menunjukkan geliat pertumbuhan di tengah-tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi global dan regional, juga menunjukkan investasi memberikan dampak berganda, antara lain peningkatan penyerapan lapangan kerja.

Untuk tahun 2017 ini, salah satu prioritas BKPM adalah meningkatkan investasi di bidang pariwisata. Pariwisata merupakan sektor yang prospektif dengan kenaikan realisasi investasi relatif cukup besar. Terdapat 10 destinasi prioritas yang sudah diluncurkan pemerintah sejak awal tahun ini, yaitu Danau Toba (Sumut), Tanjung Kelayang (Babel), Tanjung Lesung (Banten), Kepulauan Seribu (Jakarta), Borobudur (Jateng), Bromo Tengger Semeru (Jatim), Mandalika (NTB), Labuan Bajo (NTT), Wakatobi (Sultra), dan Morotai (Maltara) yang memiliki potensi investasi sebesar Rp300 triliun dalam mengembangkan 10 destinasi prioritas tersebut.

Besarnya potensi tersebut mendorong BKPM mengajak investor untuk beramai-ramai berinvestasi di beberapa daerah wisata. Menurut Kepala BKPM Thomas Lembong, Pemerintah Indonesia telah meletakkan prioritas pada bidang jasa dan barang khususnya sektor pariwisata. Selain potensinya besar juga memiliki multiplier effect yang besar.

Dari sudut pandang ilmu komunikasi, target realisasi investasi di sektor pariwisata ini harus mendapat porsi yang cukup besar dan efektif untuk sosialisasinya. Oleh karena itu diperlukan usaha untuk memperkenalkan besarnya potensi wisata di Indonesia kepada calon investor, menggugah rasa bangga rakyat Indonesia kepada kekayaan wisata negaranya, dan menumbuhkembangkan rasa memiliki.

Salah satu metode sosialisasi yang diyakini mampu menopang realisasi investasi di sektor pariwisata ini adalah melalui karya fotografi yang memiliki nilai jurnalistik. Foto mampu menjadi medium komunikasi yang menciptakan sebuah citra positif, menggerakkan sebuah perubahan, dan memberi gambaran nyata kondisi pariwisata kita.

Berangkat dari situ, bergulirlah ide untuk membuat kembali Lomba Foto yang pada tahun 2017 ini mengambil tema “Propelling Tourism in Indonesia through Investment”.

Tujuan dari lomba foto investasi ini adalah untuk memberikan gambaran tentang “potret” wajah pembangunan dan geliat investasi nasional di seluruh penjuru tanah air khususnya di sektor pariwisata agar masyarakat dapat mengetahui lebih jauh dampak peranan investasi terhadap laju pertumbuhan ekonomi Indonesia.

MAKSUD

TUJUAN

SASARAN

TEMA

Propelling Tourism in Indonesia through Investment.”

KETENTUAN LOMBA FOTO

KATEGORI PESERTA:

KETENTUAN UMUM:

KETENTUAN TEKNIS:

DEWAN JURI

  1. Perwakilan dari BKPM (2 orang)
  2. Arbain Rambey (Redaktur Foto Senior Harian KOMPAS)
  3. Mosista Pambudi (Pengajar Fotografi/ Galeri ANTARA
  4. Melly Riana Sari (Redaktur Foto/ PEWARTA FOTO INDONESIA)

HADIAH LOMBA

KATEGORI PROFESIONAL

KATEGORI UMUM

PENYELENGGARA:

Badan Koordinasi Penanaman Modal
Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal
Direktorat Pameran dan Sarana Promosi

ORGANIZER:

PT Media Artha Pratama